Persepsi Masyarakat Terhadap Kawasan Karst Sukolilo Kecamatan Tambakromo dan Kayen, Kabupaten Pati Jawa Tengah

May 31, 2011 § Leave a comment


Bagian selatan Kabupaten Pati memapar sebuah pegunungan, secara fisiografi pegunungan tersebut masuk ke dalam jajaran Antiklinorium Rembang – Madura (Bammelen, 1949) masyarakat  lebih mengenal sebagai Pegunungan Kendeng Utara. Pegunungan Kendeng Utara tersebut merupakan hamparan perbukitan batukapur yang telah mengalami proses-proses alamiah dalam batasan ruang dan waktu geologi. Produk dari dinamika bumi yang berlangsung dari masa lalu hingga saat ini telah menghasilkan suatu fenomena alam yang unik. Kita mengenalnya dengan istilah Bentang Alam Karst. Fenomena bentang alam Karst Kendeng Utara tercermin melalui banyaknya bukit-bukit kapur kerucut, munculnya mataair-mataair pada rekahan batuan, mengalirnya sungai-sungai bawah tanah dengan lorong gua sebagai koridornya.

Tahun 2005 – 2008 Rencana PT Semen Gresik untuk memperluas wilayah industrinya di kawasan Karst Kendeng dari Tuban hingga ke Pati memberikan tawaran kepada pemerintah Kabupaten Pati untuk membangun pabrik semen di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Perusahaan ini akan menambang batugamping di kawasan Karst Kendeng Utara. Bahan baku pabrik semen tersebut adalah batugamping / batu kapur yang berasal dari kawasan perbukitan Karst di Kecamatan Sukolilo.  Kegiatan penambangan ini tentunya akan mengambil dan mengeruk perbukitan kapur yang berfungsi sebagai penyimpan air alami (reservoir) dari mata air-mata air yang bermunculan di kaki perbukitan kawasan Karst tersebut. Dengan hilangnya perbukitan batugamping juga akan menghilangkan fungsi alamiah sebagai daerah resapan dan penyimpan air di kawasan Karst yang sangat berguna bagi masyarakat di sekitar Kawasan Karst Sukolilo Pati sehingga terjadi gelombang penolakan besar-besaran dari masyarakat di sekitar kawasan Karst Kendeng Utara sehingga pada akhirnya rencana investasi yang sudah di Amdal oleh tim PPLH UNDIP pada tahun 2008 dan disetujui oleh pemerintah kabupaten dan propinsi harus gagal dan tidak terealisasi.

Setelah dua tahun berjalan minat investor terhadap rencana investasi penambangan batugamping di Kawasan Karst Kendeng Utara masih terus bermunculan sampai pada pertengahan tahun 2010 PT Indocement mengajukan izin investasi kepada pemerintah daerah untuk rencana pendirian pabrik semen dan penambangan batugamping di kawasan Karst Kendeng Utara yang masuk dalam Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Saat ini investasi yang berjalan sudah pada tahap penyusunan Amdal. Namun rencana ini tiduk semulus dengan apa yang direncanakan pada saat ini sudah banyak penolakan-penolakan yang dilakukan masyarakat terhadap rencana investasi tersebut. Pilihan masyarakat untuk menolak dan menerima adanya investasi berdasarkan atas pemahaman masyarakat tentang pentingnya Kawasan Pegunungan Kendeng Utara terhadap aset penghidupan masyarakat di masa yang akan datang. Untuk menanggapi masalah ini maka perlu dilakukan penelitian tentang persepsi masyarakat tentang rencana pendirian Pabrik Semen Indocement di Kawasan Karst Kendeng Utara Kecamatan Tambakromo dan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dan mengumpulkan petisi atau dukungan masyarakat atas penolakan dan penerimaan adanya investor Semen PT Indocement.

Munculnya gerakan penolakan masyarakat secara besar-besaran terhadapa rencana investasi semen di kawasan Karst Kendeng Utara sudah terjadi sejak tahun 2008 pada saat PT Semen Gresik ingin melakukan investasi untuk mendirikan Pabrik Semen dan penambangan kawasan karst di Kecamatan Sukolilo yang akhirnya gagal terealisasi. Penolakan yang dilakukan oleh masyarakat terhadap pendirian pabrik semen dan penambangan pabrik semen disebabkan karan masyarakat meyakini dampak besar yang akan terjadi di masa yang akan datang adalah (1) kerusakan lingkungan kawasan karst; (2) hilangnya sumber-sumber air dan sungai-sungai bawah permukaan yang ada di kawasan Karst Kendeng Utara sehingga mempengaruhi suplay air untuk penghidupan dan pertanian masyarakat; (3) potensi banjir yang sudah ada akan menjadi lebih besar dan lebih lama karna hilangnya fungsi penyerap air yang memicu meningkatnya aliran permukaan pada saat musim hujan; (4) hilangnya fungsi ekologis sebagai pengontrol keanekaragaman hayati di kawasan karst Kendeng Utara; (5) perubahan bentuk lahan yang sangat cepat; (6) dampak kesehatan masyarakat yang berada di sekitar pabrik dan kawasan penambangan; (7) hilangnya sumbermata pencarian masyarakat petani karena perubahan lahan pertanian menjadi lahan pertambangan.

Berdasarkan pendataan dan wawancara di masyarakat, menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap dampak lingkungan sangat tinggi serta tingkat pengetahuan masyarakat terhadap kawasan karst menjadi semakin tinggi di semua kawasan Karst Kendeng Utara terutama di wilayah Pati, karena ada peninggkatan pemahaman masyaakat pasca adanya rencana investasi PT Semen Gresik dari tahun 2005 – 2008. Berdasarkat penjaringan dan pendataan beberapa yang menjadi dasar-dasar masyarakat untuk menolak adanya investasi antara lain :

  1. Berdasarkan penelitian Acintyacunyata Speleological Club (ASC) Yogyakarta yang dilakukan di Kawasan Pegunungan Kendeng pada tahun 1994, 2006 dan 2008 meliputi Kabupaten Pati, Grobogan telah ditemukan 156 sumberair yang berada di semua level ketinggian 5 – 450 mdpl dan 71 goa yang sebagian besar adalah gua berair. Berdasarkan penelitian ini dinyatakan bahwa kawasan karst Kendeng Utara adalah Kawasan Karst Aktif yang masih mengalami proses karstifikasi dan memiliki sistem hidrologi yang berfungsi sebagai pengontrol ekologi di kawasan Karst Kendeng Utara.
  2. Kawasan perbukitan batugamping di pegunungan Kendeng Utara merupakan kawasan karst yang harus di lindungi karena merupakan perbukitan yang berfungsi sebagai “Tandon Air” dari mataair-mataair yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar air baku dan pengairan lahan pertanian masyarakat
  3. Mata air dan sistem sungai bawah tanah di Kawasan Karst Kendeng Utara bersifat perennial (mengalir sepanjang musim).
  4. Pola aliran (sistem hidrologi) yang berkembang adalah pola pengaliran paralel yang dikontrol oleh struktur geologi yang ada di kawasan tersebut. Penjajaran mata air karst pada bagian Utara dan Selatan perbukitan karst Kendeng Utara, muncul pada ketinggian kisaran 5 -350 mdpl radius 1 – 2  km dari perbukitan karst Kendeng Utara. Mataair dan sistem sungai bawah tanah di Kawasan Karst Sukolilo bersifat perennial (mengalir sepanjang musim).
  5. Fungsi hidrologi di kawasan ini merupakan pengontrol utama sistem ekologi yang meliputi hubungan antara-komponen-komponen abiotik (tanah, batuan, sungai, air, dll), biotik (biota-biota gua serta flora dan fauna yang ada di kawasan karst), dan budaya (lingkungan sosial, masyarakat, kebudayaan, dan adat istiadat) yang berinteraksi antara satu dengan yang lainnya membentuk suatu ekosistem dimana karst sebagai kontrol utamanya.
  6. Perbukitan Kawasan Karst Kendeng Utara berfungsi sebagai daerah resapan dan penyimpan air untuk mataair–mataair yang mengalir di permukiman, baik di bagian Utara maupun bagian Selatan Kawasan ini. Komplek perguaan kawasan Karst Kendeng Utara memiliki potensi sumber daya air untuk kebutuhan dasar lebih dari 8.000 rumah tangga serta lebih dari 4.000 ha lahan pertaniaan sebagai sumber penghidupan mereka. Pola permukiman di kawasan tersebut semuanya mendekati pemunculan mata air-mata air, terutama pada bagian-bagian atas.
  7. Kawasan Karst Kendeng Utara merupakan pengontrol fungsi sistem hidrogeologis pegunungan Kendeng Utara
  8. Kawasan Karst Kendeng Utara merupakan peninggalan cagar geologi yang berfungsi sebagai laboratorium alam. Bukti tersebut dikuatkan dengan banyaknya gua-gua yang berkembang baik. Gua-gua tersebut sebagian besar merupakan sungai bawah tanah aktif
  9. Terdapat biota-biota yang hidup dikawasan karst Kendeng Utara, permukaan maupun bawah permukaan yang berfungsi sebagai pengontrol keseimbangan ekosistem kawasan Karst Sukolilo dan sekitar, seperti kelelawar penghuni gua sebagai pengontrol hama, penyebar benih tanaman dan membantu penyerbukan. Terdapat juga biota yang masuk kategori satwa dilindungi, seperti Burung Merak.
  10. Rencana penambangan batugamping di Kawasan karst Kendeng Utara Kecamatan Kayen dan Tambakromo dipastikan akan melanggar hukum dan perundangan yang berlaku di Indonesia
  11. Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Sumber Data Mineral Nomer 398 K/40/MEM/2005 tentang Penetapan Kawasan Karst Sukolilo “Kecamatan Kayen, Kecamatan Tambakromo, di Kabupaten Pati, Kecamatan Brati, Kecamatan Grobogan, Kecamatan Tawangharjo, Kecamatan Wirosari dan Kecamatan Ngaringan di Kabupaten Grobogan, Kecamatan Todanan di Kabupaten Blora, Propinsi Jawa Tengah, sebagai Kawasan Karst Sukolilo”.
  12. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2008 Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah  menyatakan bahwa kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan karst adalah termasuk dalam kawasan lindung geologi sesuai dengan pasal 60 ayat 2 pint c sebagai kawasan bentang alam goa dan point f sebagai kawasan bentang alam karst dikategorikan sebagai kawasan lindung geologi.

Daftar Pustaka

Anonim, 2008, Laporan Pengkajian Partisipatif Dinamika Masyarakat Pengguna Air Kars, Kars Kendeng Utara, Pusat Studi Manajemen     Bencana UPN Veteran Yogyakarta

Anonim, 2008, Laporan Hidrologi Kars dan Pemanfaatan Sumberdaya Air Kawasan Sukolilo, Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta, Acintyacunyata Speleological Club (ASC) Yogyakarta. Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng dan Paguyuban Kadang Sikep.

Anonim, 2008, Laporan Ekspedisi Kars  Sukolilo: Pemetaan gua dan sistem hidrologi bawah permukaan, Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta, Acintyacunyata Speleological Club (ASC) Yogyakarta.

Anonim, 2007, Laporan Survey Speleologi, Hidrologi Kars dan Pemanfaatan Sumberdaya Air Kecamatan Tawangharjo dan Kecamatan Wirosari, Acintyacunyata Speleological Club (ASC) Yogyakarta.

Anonim, 2007, Pengelolaan Ekosistem Kars Gunung Sewu, Makalah dalam Lokakarya Pengelolaan Ekosistem Kars Gunung Sewu. Kementrian Negara Lingkungan Hidup.

Anonim, 2006, Laporan Ekspedisi Grobogan: Pemetaan gua dan sistem hidrologi bawah permukaan, Acintyacunyata Speleological Club (ASC) Yogyakarta & Masyarakat Peduli Kars Grobogan.

Anonim, 2001, Peta Rupa Bumi Indonesia Lembar Tambakromo dan Sukolilo Skala 1 : 25000, Bakosurtanal 2001.

Anonim, Citra Satelit Jawa tengah

Anonim, 2000, Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor: 1456 K/20/MEM/2000 tentang Pedoman Pengelolaan Kawasan Kars”

Acintyacunyata Speleological Club, 1989, Gua, Air dan Permasalahannya, ASC, D.I.  Yogyakarta.

Acintyacunyata Speleological Club, 1995, Acintyacunyata Speleological Club News, Edisi Khusus Lima Puluh Tahun Indonesia Merdeka, ASC, D.I. Yogyakarta.

Acintyacunyata Speleological Club, 2005, Buku Pendidikan dan Pelatihan Speleology Dasar, ASC, Yogyakarta.

Bemmelen, R.W.V., 1970, The Geology of Indonesia, Vol IA General Geology of Indonesia and Adjacent Archipelagoes, Second Edition, Martinus Nilhoff, The Haque, Netherlands.

Bougli, A., 1980, Karst Hidrology and physical Speleology, Springer – Verlag, Berlin Heidelberg, New York.

Haryono, 2001, Nilai Hidrologis Bukit Kars, Makalah dalam Seminar Nasional Eko Hidrolik, Teknik Sipil Universitas Gadjahmada

Jonkowski. Jerzy., 2001, Geol 9111 Groundwater Environments, UNSW Groundwater Centre, University of New South Wales, New South Wales.

Kusumaningrat, Hikmat, dan Kusumaningrat, Purnama., 2007, Jurnalistik Teori dan Praktek, Remaja Rosdakarya, Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

Mandel, S., 1981, Groundwater Resources : Investigation and Development, Academic Press, New York.

Paripurno dkk, 2008, Kajian Potensi  Kars Kawasan Sukolilo – Pati, Jawa Tengah, Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta, Acintyacunyata Speleological Club (ASC) Yogyakarta. Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng dan Paguyuban Kadang Sikep.

Uhlig, H., 1980, Man and Tropical Karst in Southeast Asia, Geo-ecological differentiation, Land use and Rural Development Potential in Indonesia and Other Regions, Geo-Jurnal, Wiesbaden, Germany.

Wijanarko, 2007, Selamatkan Kars Grobogan dan Pati Jawa Tengah, Artikel dalam Kompas Rabu, 23 April 2008.

Wacana, 2008, Study of The Potential of Karst Region In Nort Kendeng The Districts Of Grobogan and Pati. Procciding Asian Trans – Disclipinary Karst Conference, Yogyakarta Indonesia, January 7th – 8th, 2011.


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Persepsi Masyarakat Terhadap Kawasan Karst Sukolilo Kecamatan Tambakromo dan Kayen, Kabupaten Pati Jawa Tengah at Petrasawacana.

meta

%d bloggers like this: